Otomotif

Mobil Kecil untuk Indonesia

Ketika Mr Pendapat keliling-keliling di bidang otomotif, ada satu pertanyaan yang mengganjal di kepala. Mengapa mobil kecil tidak laku di Indonesia? Karena ketidak-lakuannya itulah mengapa produksi mobil-mobil kecil yang kece tidak ada di Indonesia.

Semua suka mobil keluarga. 7 penumpang.

Bukan apa-apa sih, cuma kita kan tahu bahwa Indonesia itu secara umum jalannya kecil, dan sebagian kota besar pasti macetnya luar biasa, apalagi Jakarta. Tapi mobil-mobil raksana seolah menjadi favorit di Indonesia.

Pernah ga kepikiran, bahwa sebaiknya kita pakai mobil ala Smart Fortwo aja. Soalnya banyak banget mobil-mobil raksasa SUV dan MPV bertebaran di jalanan, dan isinya cuma 1 penumpang, which is supir itu sendiri. Lalu selama berbulan-bulan 6 bangku sisanya akan diselimuti oleh debu, karena hampir tidak ada penumpang.

Apalagi kalau Jomblo naik MPV pula, mungkin nafsunya ingin berkeluarga cukup tinggi, jadi beli mobil keluarganya aja dulu, sebelum nanti berkeluarga. Hehe.

Memang mobil, masih merupakan salah satu lambang kesuksesan bagi banyak orang, mirip dengan rumah. Jadi mobil dan rumah yang besar, identik sekali dengan kesuksesan yang besar pula. Tapi tentu jangan terlalu kebesaran, karena kalau rumah kebesaran namanya gudang, kalau mobil kebesaran namanya truk.

Jepang terkenal dengan produk-produk minimalisnya, rumah kecil dan mobil kecil. Mereka suka seperti itu, dan gaya berpakaian mereka pun cenderung minimalis. Sebenarnya mendatangkan mobil-mobil kecil yang lucu-lucu itu, tidak sulit juga ke Indonesia, asal laku. Tapi banyak survey menunjukkan bahwa mobil kecil tidak laku di Indonesia saat ini (baca:2018).

Ada sesuatu yang lucu. Seringkali orang, jika melihat Ferari sedang berlari di jalanan, langsung berkata “Gileee mobilnya hebat banget”. Banyak orang tahu “melihat” yang keren. Padahal jika mereka sadari, mobil tersebut penumpangnya cuma dua orang, pintunya pun cuma dua. Anehnya ketika mereka mengaplikasikannya ke diri mereka sendiri, malah belinya mobil besar berpintu empat dan berkursi tujuh. Unik bukan?

Nah, kalian suka dengan artikel ini, silahkan berkomentar, apa pendapat kalian?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel yang Ramai

To Top